Karawang
Profil
Nama Resmi :Kabupaten Karawang
Ibukota :Karawang
Provinsi :Jawa Barat
Batas
Wilayah :Utara : Laut Jawa
:Selatan: Kabupaten Bogor dan
Kabupaten Cianjur
:Barat : Kabupaten Bekasi
:Timur : Kabupaten Subang
Luas Wilayah :1.652,20 Km2
Jumlah
Penduduk :2.140.164 Jiwa
Wilayah
Administrasi :Kecamatan : 30, Kelurahan : 12, Desa : 297
Website :http://www.karawangkab.go.id
Sejarah
Abad ke-17
kerajaan terbesar di Pulau Jawa adalah Mataram dengan rajanya yang terkenal
yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo, Sultan Agung adalah seorang raja yang tidak
menginginkan wilayah Nusantara dikuasai atau dijajah oleh bangsa asing dan
ingin mempersatukan Nusantara dibawah satu kekuasaan bangsa sendiri.
Pada abad ke-17
VOC sudah menanamkan kekuasaannya di Batavia oleh karena itu Sultan Agung
berupaya mengusir VOC dari bumi Nusantara dengan jalan menyerang Batavia,
tetapi pada waktu itu para raja di wilayah Nusantara belum ada persatuan dan kesatuan
untuk menghadapi musuh dari luar, masing-masing berjuang sendiri bahkan ada
sebagian yang memihak penjajah.
Hal ini
disebabkan adanya politik Devide Et Impera dari penjajah sehingga Sultan Agung
bukan saja harus berhadapan dengan serdadu VOC tetapi juga harus menghadapi
tentara dari kerajaan Banten. Sebagai daerah atau tempat untuk menyerang VOC di
Batavia, Karawang pada waktu itu dikuasasi oleh para prajurit Mataram dijadikan
sebagai basis atau pangkal perjuangan. Sultan Agung memerintahkan Rangga Gede
untuk :
Mempersiapkan bala tentara/membenahi
prajurit
Mempersiapakan logistik dengan jalan
menjadikan daerah Karawang menjadi lumbung padi.
Tanggal 14
September 1633 Masehi, bertepatan dengan Tanggal 10 Maulud 143 Hijriyah. Raja
Mataram, Sultan Agung melantik Singaperbangsa sebagai Bupati Karawang pertama,
sehingga secara tradisi setiap tanggal 10 Mualud diperingati sebagai Hari Jadi
Kabupaten Karawang.
Pada zaman
revolusi kemerdekaan Republik Indonesia, Karawang merupakan salah satu daerah
yang menjadi kancah perjuangan melawan penjajah Belanda, seperti yang
dilukiskan dalam sajak Chairil Anwar berjudul " Karawang Bekasi".
Menjelang
Proklamasi Kemerdakaan Bung Karno dan Bung Hatta bersama para pemuda militan
mempersiapkan diri di Rengasdengklok tepatnya di Kampung Bojong Kecamatan
Rengasdengklok, Proklamator Sukarno - Hatta menyusun naskah proklamasi
kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Peristiwa penting
ini merupakan bukti otentik bahwa Kabupaten Karawang memiliki nilai HISTORIS
yang besar peranannya bagi kejayaan Nusa dan Bangsa sehingga tidak berlebihan
kiranya Karawang diberi julukan sebagai daerah pangkal perjuangan, maka di
tempat-tempat tersebut dibangun tugu kesepakatan kebulatan tekad untuk
memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini tentunya mendorong
semua pihak untuk berperan serta dalam melaksanakan pembangunan dengan lebih
giat lagi.
Arti Logo
1. Perisai :
Sesuai dengan kepribadian kita maka bentuk lambang bertokohkan perisai Indonesia.
2. Warna Dasar; Melambangkan:
a. Warna dasar hijau muda mencerminkan lambang kemakmuran alam Indonesia
b. Warna dasar kuning mencerminkan keagungan
c. Warna dasar biru mencerminkan kesetiaan
d. Warna dasar hitam mencerminkan keteguhan
e. Warna dasar putih mencerminkan kesucian
f. Warna dasar merah mencerminkan keberanian dan perjuangan.
3. Golok Lubuk; Melambangkan :
Mengandung arti / melambangkan Alif artinya Karawang merupakan daerah Pangkal Perjuangan Kemerdekaan.
4. Padi Kapas ; Artinya:
a. Tangkai padi sebanyak tujuh belas butir dengan dua helai daun padi melambangkan tanggal hari Proklamasi Kemerdekaan, juga melambangkan bahwa Karawang sejak masa Mataram hingga kini sebagai lumbung padi/beras Nasional;
b. Tangkai kapas sebanyak sepuluh kuntum dengan tiga helai daun kapas dan tiga baris putih ditengah golok lubuk melambangkan tanggal berdirinya Kabupaten Karawang tanggal 10 pada bulan ketiga yaitu bulan Mulud tahun 1043 Hijriyah, atau 10 Mulud 1555 Tahun Jawa atau 14 September 1633 Masehi.
5. Bangunan bertajuk delapan ; Artinya :
a. Benteng merupakan Kabupaten Karawang pada masa kekuasaan Sultan Agung Mataram dijadikan basis pertahanan untuk menyerang VOC di Batavia;
b. Bendung merupakan sarana pengaturan penyaluran air bagi kepentingan pertanian juga sebagai tanda perpaduan antara sejarah dengan perkembangan teknologi modern;
c. Tajuk berjumlah delapan melambangkan sejarah kemerdekaan yang pangkalnya dilaksanakan di Rengasdengklok pada bulan kedelapan ( Agustus ) 1945 juga melambangkan pertumbuhan Kabupaten Karawang sebagai daerah Industri.
6. Gelombang air sebanyak empat.; Melambangkan :
a. Kekayaan air merupakan ciri khas Kabupaten Karawang, yaitu sungai, situ, curug dan laut;
b. Sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang dikelilingi dan dilintasi aliran sungai, sebagai bukti kesuburan tanah pertanian bahkan sejak abad ke IV pada masa kerajaan Tarumanegara sungai Citarum dijadikan sarana dan prasarana kehidupan masyarakat Karawang.
7. Lambang rawa ber jumlah empat puluh lima buah; Artinya:
a. Kabupaten Karawang sejak masa kerajaan Mataram Hanyokrokusumo Rangga Gede mengembangkan pertanian dengan menanam padi pada bekas rawa-rawa untuk memasok kebutuhan pangan dalam rangka penyerangan ke VOC di Batavia;
b. Kabupaten Karawang sejak jaman dahulu telah dikenal sebagai "Lumbung Padi";
c. Hamparan rawa-rawa sebagai asal muasal bumi tanah leluhur, memberikan pengertian bahwa tahun kemerdekaan tidak terlepas dengan kota Rengasdengklok sebagai tempat dirumuskan teks Proklamasi.